Selasa, 08 Maret 2011

Jenis Jenis Kata yang Harus Diketahui dalam Penyusunan Kalimat

1.      Jenis Jenis Kata yang Harus Diketahui dalam Penyusunan Kalimat
1.1.Kata Benda
Berdasarkan wujudnya Kata Benda memiliki dua bentuk,
1.1.1.1.   Kata Benda Konkrit (berwujud), karena kata benda semacam ini memiliki wujud atau bisa dilihat atau diraba. Kata Benda semacam ini pun dibagi lagi menjadi,
1.1.1.1.1.   Proper Noun (Kata Benda Nama Diri), yaitu kata benda yang diawali Huruf Besar, yaitu nama-nama orang, kota, negara, sekolah, perusahaan, dan nama-nama tempat lainnya. Contoh: Lisa, Dony, Bandung, Indonesia, Politeknik LP3i dll.
2.1.1.1.2.   Common Noun (Kata Benda Umum), yang juga disebut Kata Benda Biasa. Contoh: Guru, buku, mobil, gunung dll.
2.1.1.1.3.   Material Noun (Kata Benda, yang merupakan bahan-bahan mentah), contoh: emas, perak, minyak dll.
2.1.1.1.4.   Collective Noun (Kata Benda Kelompok), yaitu Kata Benda yang memiliki arti majemuk. Contoh: Divisi, Departemen, armada, panitia dll.
2.1.1.2.   Kata Benda Abstrak (tidak berwujud), Kata Benda semacam ini biasanya berasal dari bentuk kata lain, seperti Kata Sifat, Kata Kerja dan lain-lain -yang mendapat imbuhan tertentu- sehingga merubah jenis kata dan makna kata tersebut menjadi Kata Benda.
Berikut ini adalah imbuhan-imbuhan (prefiks dan sufiks) Bahasa Indonesia, yang menyebabkan perubahan jenis suatu kata menjadi Kata Benda.
2.1.1.2.1.   Imbuhan pe_an, merubah Kata Kerja menjadi Kata Benda. Dalam Bahasa Inggris akan muncul dengan akhiran –al.
Contoh: Setuju, sangkal, buang, tolak, hilang, coba dll.
Latihan 1: Marilah kita terjemahkan Kata-Kata Kerja tersebut di atas menjadi Bahasa Inggris, dan menambahkan akhiran –al di belakangnya.

2.1.1.2.2.   Imbuhan pe_an, merubah Kata Kerja menjadi Kata Benda. Dalam Bahasa Inggris akan muncul dengan akhiran –ion atau –ation.
Contoh: Batal, siap, perbaiki, didik, lulus dll.
Latihan 2: Marilah kita terjemahkan Kata-Kata Kerja tersebut di atas menjadi Bahasa Inggris, dan menambahkan akhiranion atauation di belakangnya.

Keterangan Tambahan: Kata-Kata Kerja serapan dari Bahasa Inggris dalam Bahasa Indonesia yang berakhiran –si atau –asi, juga akan muncul dalam Kata Kerja Bahasa Inggris dengan akhiran –ion atau –ation.
Contoh: Kalibrasi, konfirmasi, asosiasi, reservasi, atensi dll
2.1.1.2.3.   Imbuhan pe_an, merubah Kata Kerja menjadi Kata Benda. Dalam Bahasa Inggris akan muncul dengan akhiran –y.
Contoh: Kirim, temu, sembuh, tambah, kurang dll.
Latihan 3: Marilah kita terjemahkan Kata-Kata Kerja tersebut di atas menjadi Bahasa Inggris, dan menambahkan akhirany di belakangnya.

2.1.1.2.4.   Imbuhan per_an, merubah Kata Kerja menjadi Kata Benda. Dalam Bahasa Inggris akan muncul dengan akhiran –ment.
Contoh: Setuju, gerak, nyata, kembang, baik dll.
Latihan 4: Marilah kita terjemahkan Kata-Kata Kerja tersebut di atas menjadi Bahasa Inggris, dan menambahkan akhiranment di belakangnya.

2.1.1.2.5.   Awalan pe- dalam Kata Kerja Bahasa Indonesia, yang merubah Kata Kerja menjadi Kata Benda, yang merupakan pelaku dari suatu aktifitas atau pekerjaan tertentu. Dalam Bahasa Inggris, Kata-Kata Benda semacam ini akan muncul dengan akhiran –er.
Contoh: Beli, renang, dengar, baca, tulis dll.
Latihan 5: Marilah kita terjemahkan Kata-Kata Kerja tersebut di atas menjadi Bahasa Inggris, dan menambahkan akhiran –er di belakangnya.

2.1.1.2.6.   Ada pula Awalan pe- dalam Kata Kerja Bahasa Indonesia, yang merubah Kata Kerja menjadi Kata Benda, yang merupakan pelaku dari suatu aktifitas atau pekerjaan tertentu, yang dalam Bahasa Inggris, Kata-Kata Benda semacam ini akan muncul dengan akhiran –or.
Contoh: Aksi, hubung, koleksi, cipta, tulis dll.
Latihan 6: Marilah kita terjemahkan Kata-Kata Kerja tersebut di atas menjadi Bahasa Inggris, dan menambahkan akhiran –or di belakangnya.

2.1.1.2.7.   Imbuhan ke_an, merubah Kata Kerja menjadi Kata Benda. Dalam Bahasa Inggris akan muncul dengan akhiran –ment.
Contoh: Butuh, terlibat, nikmat dll.
Latihan 7: Marilah kita terjemahkan Kata-Kata Kerja tersebut di atas menjadi Bahasa Inggris, dan menambahkan akhiranment di belakangnya.

2.1.1.2.8.   Imbuhan ke_an, merubah Kata Sifat menjadi Kata Benda. Dalam Bahasa Inggris akan muncul dengan akhiran –ness.
Contoh: Gelap, baik, hebat, kosong, aktif dll.
Latihan 8: Marilah kita terjemahkan Kata-Kata sifat tersebut di atas menjadi Bahasa Inggris, dan menambahkan akhiranment di belakangnya.

2.1.1.2.9.   Imbuhan ke_an, merubah Kata Sifat menjadi Kata Benda. Dalam Bahasa Inggris akan muncul dengan akhiran –ity.
Contoh: Dewasa, sama, praktis, relatif, aneh dll.
Latihan 9: Marilah kita terjemahkan Kata-Kata sifat tersebut di atas menjadi Bahasa Inggris, dan menambahkan akhiranity di belakangnya.

2.1.1.2.10.  Imbuhan ke_an, merubah Kata Sifat menjadi Kata Benda. Dalam Bahasa Inggris akan muncul dengan akhiran –ance atau -ence.
Contoh: Penting, berhubungan, bebas, sabar dll.
Latihan 10: Marilah kita terjemahkan Kata-Kata sifat tersebut di atas menjadi Bahasa Inggris, dan menambahkan akhiranance atau -ence.



Berdasarkan Sifatnya, Kata Benda Bahasa Inggris dapat dibagi ke dalam
2.1.2.      Kata Benda yang Dapat Dihitung (Countable Nouns). Dalam Konteks Kata Benda yang Dapat Dihitung ini, kita akan mempelajari bentuk-bentuk tunggal dan jamak dalam Kata Benda. Pada umumnya kita memahami bahwa Bahasa Indonesia mengungkapkan bentuk Kata Benda jamak, dengan menyebutkan bentuk tunggalnya sebanyak dua kali. Pembedaan tentang bentuk tunggal dan jamak dalam Bahasa Inggris menjadi penting, mengingat hal ini akan sangat mempengaruhi struktur kalimat Bahasa Inggris, khususnya terhadap bentuk Kata Kerja yang digunakan.
Contoh: Kalimat “My car is broken” akan berbeda dengan
”My cars are broken”. Kata benda jamak dalam Bahasa Inggris umumnya diberi akhiran -s/es/oes. Namun ada beberapa pengecualian yaitu,
2.1.1.1.   Kata Benda yang Dapat Dihitung (Countable Nouns) yang Tidak Berbeda, antara Bentuk Tunggal dan Jamaknya. Umumnya Kata Benda yang Dapat Dihitung semacam ini adalah benda-benda yang senantiasa muncul dalam kelompok, atau hewan ternak.
Contoh: Swine, deer, sheep, fish dll.
Bentuk Kata Benda yang Dapat Dihitung (Countable Nouns) yang Bentuk Jamaknya Tidak Diakhiri -s/es/oes,
Contoh:
Bentuk Tunggal
Bentuk Jamak
Foot
Feet
Goose
Geese
Child
Children
Cow
Kine
Man
Men
Woman
Women
Mouse
Mice








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar